Dinonaktifkan Atas Tuduhan Asusila ke 8 Atlet, Pelatih Panjat Tebing: Cuma Peluk dan Cium Kening

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 11:25
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir, menjawab pertanyaan wartawan, di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 11 Oktober 2025. ANTARA/Donny Aditra (ANTARA) Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir, menjawab pertanyaan wartawan, di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 11 Oktober 2025. ANTARA/Donny Aditra (ANTARA) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia yang kini dinonaktifkan, Hendra Basir, angkat suara terkait tudingan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap delapan atlet nasional. Ia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan.

"Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik," kata Hendra saat dihubungi dari Jakarta, Selasa malam, 24 Februari 2026, guna mengklarifikasi informasi terkait dugaan tindakan tersebut, serta penonaktifannya sebagai pelatih kepala.

Hendra menjelaskan, hingga Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengenai penonaktifannya diterbitkan, dirinya belum pernah diminta memberikan klarifikasi atas tudingan tersebut.

Ia mengaku telah menerapkan pola latihan disiplin dan keras sejak mulai melatih pada 2012. Menurutnya, pendekatan itu bertujuan membentuk ketahanan mental dan fisik atlet agar mampu bersaing di level tertinggi, bukan untuk menyakiti atau menganiaya.

Ia juga membantah keras tudingan pelecehan seksual terhadap atlet putri, termasuk tuduhan meraba bagian tubuh vital maupun memaksa berhubungan seksual.

Hendra mengakui pernah memeluk dan mencium kening atau ubun-ubun atlet putri yang sedang mengalami tekanan mental saat latihan atau pertandingan.

Panjat tebing jadi salah satu andalan Indonesia mendulang medali di Olimpiade Paris 2024 <b>(NOC Indonesia)</b> Panjat tebing jadi salah satu andalan Indonesia mendulang medali di Olimpiade Paris 2024 (NOC Indonesia)

Baca Juga: Sutradara Erza Klarifikasi Soal Tuduhan Pelecehan Seksual Saat Casting Film

Namun, ia menegaskan tindakan tersebut dilakukan dalam situasi tertentu sebagai bentuk dukungan moral, bukan secara rutin maupun dengan niat melecehkan.

"Tetapi itu 'kan dalam konteks memberikan semangat kepada mereka kalau sedang menangis atau mentalnya drop, jadi ya pasti saya peluk dan diakhirnya mencium keningnya, layaknya kebiasaan yang saya lakukan kepada anak saya kalau habis shalat atau mau berangkat sekolah," ujar pelatih yang memimpin Indonesia meraih medali Olimpiade Paris 2024 itu.

Hendra menyatakan, apabila tindakannya dinilai sebagai bentuk pelecehan, ia menerima konsekuensi tersebut.

Meski demikian, ia menilai publik perlu memahami konteks kejadian secara utuh. Berdasarkan informasi yang ia terima, lima atlet putra dan tiga atlet putri melaporkannya kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.

Ia juga mengungkapkan, salah satu atlet putri yang melapor sempat menyampaikan permintaan maaf kepadanya pada pertengahan Januari 2026, disaksikan sejumlah atlet lain. Atlet tersebut disebut merasa persoalan yang semula dianggap bukan masalah justru berkembang menjadi polemik dan menyeret nama pelatih.

Baca Juga: 4 Anak di Tangerang Selatan Diduga Jadi Korban Pelecehan Tetangga, Ortu Minta Keadilan

Lebih lanjut, Hendra menyebut psikolog tim menyatakan tindakannya termasuk kategori pelecehan. Padahal selama 12 tahun bekerja sama, menurutnya tidak pernah ada peringatan bahwa perilaku tersebut tergolong pelanggaran, meskipun sudah diketahui oleh pihak psikolog.

"Jadi menurut saya, ini memang terkonsep untuk memojokkan, begitu pun ya tidak apa-apa, saya terima penonaktifan sebagai pelatih kepala itu, meski sampai saat ini tidak ada undangan federasi kepada saya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar," kata dia menambahkan.

Penonaktifan Hendra sebagai pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia merupakan tindak lanjut atas laporan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang diajukan delapan atlet pada 28 Januari 2026 kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid.

Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan federasi telah membentuk tim pencari fakta guna menelusuri laporan tersebut.

"Jadi sesuai surat keputusan (SK) organisasi, maka Hendra Basir diperhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

(Sumber: Antara) 

x|close