Ntvnews.id
“Skemanya ini sedang di fine-tuning, ya. Tetapi nanti disampaikan langsung Pak Menko Infra (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono),“ kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Saat ditanya terkait kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam skema pelunasan utang tersebut, Rosan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Ia menyebut bahwa rincian mengenai hal tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Nanti nanti disampaikan langsung, ya,” ujar dia singkat.
Baca Juga: Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Ganggu Sistem Kereta Cepat
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa pembahasan terkait penyelesaian utang proyek Whoosh telah dilakukan bersama pemerintah China.
“Waktu itu sudah meeting oleh Pak Menko Infra, Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), dan juga kami (Danantara). Solusinya sudah ada, dan itu akan ditindaklanjuti oleh tim untuk bicara dengan pihak China,” kata Rosan.
“Solusinya sudah ada dan kemarin kita juga sudah sounding. Insya Allah ini bisa selesai,” ujar Rosan menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung.
Baca Juga: Purbaya: Restrukturisasi Proyek Kereta Cepat Rampung, Tinggal Diumumkan
“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah China sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta memperkuat kepercayaan antara kedua negara.
“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Kan saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” kata Purbaya.
(Sumber: Antara)
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta, Kamis 23 April 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)