Dukungan Penyintas Stroke: Kunci Pemulihan, Semangat Hidup, dan Kemandirian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Apr 2026, 16:07
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
KaSI Fun Day KaSI Fun Day (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemulihan penyintas stroke tidak hanya bergantung pada perawatan medis di rumah sakit, tetapi juga membutuhkan dukungan emosional, rehabilitasi intensif, serta perubahan gaya hidup. Kondisi ini semakin penting karena stroke kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai dialami remaja hingga usia produktif.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari terapi medis, latihan fisik, hingga dukungan mental. Para penyintas stroke memerlukan motivasi kuat untuk bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari. Tanpa latihan dan semangat, pemulihan akan sulit tercapai.

Komunitas Kawan Stroke Indonesia (KaSI) hadir sebagai wadah dukungan bagi para penyintas. Di sini, mereka tidak hanya mendapatkan semangat dari sesama, tetapi juga menjalani berbagai terapi seperti akupuntur, fisioterapi, dan terapi okupasi.

Ketua KaSI, Maria Sri Rosa Sinta menyampaikan bahwa komunitas ini mendorong para penyintas untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin berlatih.

"Kalau stroke kalau tidak dengan latihan itu tidak percuma. Tidak ada obat untuk stroke selain kita dari diri sendiri latihan dan semangat," ucap Maria dalam kegiatan KaSI Fun Day di pelataran Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 12 April 2026.

KaSI  Fun Day  <b>(Ist)</b> KaSI Fun Day (Ist)

Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Diprediksi Sapu Jakarta, Waspada Heatstroke!

Dalam waktu satu tahun, KaSI berkembang pesat dari komunitas kecil menjadi jaringan besar dengan sekitar 15.000 anggota di seluruh Indonesia, serta cabang di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

KaSI juga menghadirkan berbagai program pemulihan, salah satunya pelatihan rehabilitasi terpadu yang mencakup fisioterapi, terapi okupasi, hingga pendampingan medis.  Program ini tidak hanya membantu penyintas pulih secara fisik, tetapi juga memberdayakan mereka agar dapat kembali hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Selain terapi, perubahan gaya hidup menjadi faktor utama dalam pencegahan dan pemulihan stroke. Pola makan sehat, olahraga rutin, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan begadang menjadi langkah penting.

"Kalau kita yang namanya bandel ya, kita mau makan ini mau makan itu enak, semua enak, serba enak itu gampang, tapi risiko sakit sekali seumur hidup itu tidak bisa kita ulangi lagi. Jadi hidup sehat itu lebih berharga ya," pesan Maria.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin juga menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi para penyintas stroke. Ia mengingatkan bahwa fasilitas kesehatan di Jakarta sudah sangat memadai, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Bahkan, bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, tersedia layanan darurat melalui call center 112 yang memungkinkan petugas medis datang langsung ke rumah.

KaSI menggelar kegiatan Fun Day  <b>(Ist)</b> KaSI menggelar kegiatan Fun Day (Ist)

Baca Juga: Kebiasaan Membunyikan Leher Bisa Picu Komplikasi Cedera dan Stroke

"Saya berharap kepada teman-teman penyintas stroke terus tetap bersemangat dan rajin memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Di DKI Jakarta yang namanya cek kesehatan gratis, apakah di puskesmas pembantu atau RSUD, semua layanan kesehatan termasuk layanan stroke sudah tersedia dengan baik. Jadi manfaatkan, gunakan semua fasilitas layanan kesehatan yang tersedia," terangnya.

Pemulihan stroke membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, komunitas, hingga keluarga. Tanpa kerja sama yang baik, proses pemulihan tidak akan maksimal. Arifin mengingatkan bahwa stroke kini tidak lagi identik dengan usia tua. Gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus stroke pada usia muda, bahkan remaja.

Arifin berpesan, olahraga minimal 30 menit setiap harinya, dan jangan malas untuk bergerak, bisa membantu tubuh tetap sehat.

"Buat para penyintas stroke, saya terus memberikan semangat kepada mereka untuk teruslah rajin melakukan pemeriksaan, rajin bergerak, insya Allah mereka akan sehat kembali ya," terangnya.

x|close