Siswa SMP Riau Tewas Akibat Senapan Rakitan, Sedang Ujian Praktik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 22:19
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Detik-detik ledakan senapan rakitan yang menewaskan siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center, Kabupaten Siak, Riau. Detik-detik ledakan senapan rakitan yang menewaskan siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center, Kabupaten Siak, Riau. (Instagram @feedgramindo)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang siswa SMP di Kabupaten Siak, Riau, tewas saat ujian praktik sains. Ia tewas kala menguji senapan rakitan buatan kelompoknya. 

Korban ialah siswa kelas IX berinisial MA (15), dari sekolah Sains Tahfiz Islamic Center. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.

Kala itu, siswa tengah mengikuti ujian praktik sains dalam kelompok yang masing-masing berjumlah sembilan orang. Kelompok korban menjadi yang pertama tampil, dengan korban memperagakan senapan rakitan 3D yang dibuatnya sendiri.

Sebelum percobaan dilakukan, siswa lain diminta menjauh. Tapi saat digunakan, alat tersebut berasap lalu meledak. Ledakan menyebabkan serpihan mengenai area sekitar, termasuk dinding kelas dan aula sekolah.

Serpihan juga mengenai korban hingga mengalami luka parah dan memicu kepanikan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak, tapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam dari alat rakitan tersebut. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Polisi pun kini mulai memeriksa kepala sekolah Sains Tahfiz Islamic Center dan sejumlah guru.

Menurut Kasatreskrim Polres Siak, Raja Kosmos Parmulais, pemeriksaan masih berlangsung.

"Kita baru dan sedang berjalan pemeriksaan 4 orang tenaga pendidik. Salah satunya kepala sekolah," ujar Kosmos, Kamis, 9 April 2026.

Menurut dia, pemeriksaan difokuskan pada kronologi kejadian saat ujian praktik yang menimbulkan korban jiwa. Selanjutnya, polisi juga akan mendalami pelaksanaan kegiatan praktik sains di sekolah, termasuk kurikulum dan pengawasannya.

"Kemungkinan ke depan akan kita perdalam lagi terkait kegiatan praktik sains ini. Kurikulum dan pengawasannya dan juga nanti tentu para saksi lainnya untuk membuat terang peristiwa ini," tandasnya.

x|close