Realisasi Penerimaan Pajak DKI Jakarta Triwulan 1 Lampaui Target

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 15:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan hasil positif pada awal tahun 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak pada triwulan pertama berhasil melampaui target.

Menurutnya, realisasi penerimaan pajak mencapai 100,28 persen dari target yang ditetapkan. Total pajak yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp7,3 triliun.

Sementara itu, sektor retribusi daerah juga menunjukkan performa yang stabil dengan capaian sebesar Rp113,4 miliar, sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Realisasi penerimaan pajak triwulan pertama melebihi target 100,28%. Pajak yang diterima sebesar 7,3 triliun rupiah. Kemudian untuk retribusinya pun sesuai dengan yang ditargetkan sebesar 113,4 miliar rupiah," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya aktivitas ekonomi di Jakarta selama periode awal tahun. Berbagai momentum besar seperti perayaan Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh, hingga Ramadhan dan Idulfitri turut mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Pramono: Transaksi Jakarta Festive Wonders Tembus Rp67,5 Triliun

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono Segera Buat Turunan Peraturan PP Tunas

Lonjakan aktivitas tersebut berdampak langsung pada peningkatan transaksi di berbagai sektor, mulai dari ritel hingga jasa.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah gelaran Jakarta Festive Wonders 2026. Acara yang berlangsung pada 4-31 Maret 2026 ini melibatkan 101 pusat perbelanjaan di Jakarta.

Dengan konsep dekorasi tematik dan promo diskon besar-besaran, event ini berhasil mencatat total transaksi fantastis mencapai Rp67,5 triliun.

Selain itu, program “Mudik ke Jakarta” juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi. Program ini mencatat transaksi lebih dari Rp20 miliar, termasuk dari sektor transportasi seperti Citilink dan KAI, serta industri perhotelan.

"Yang semuanya bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta, transaksinya lebih dari 20 miliar rupiah. Ini untuk Mudik ke Jakarta," terang Pramono Anung.

x|close