Ntvnews.id, Taheran - Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan besar ke wilayah Iran. Dalam serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, dikabarkan meninggal dunia.
Dilansir dari Reuters, Minggu, 1 Maret 2026, dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nasirzadeh tewas dalam serangan yang terjadi pada hari ini. Selain itu, Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammed Pakpour, juga dilaporkan tewas.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait kabar meninggalnya Menteri Pertahanan maupun Komandan Garda Revolusi Iran tersebut. Baik pihak Iran maupun Israel belum memberikan konfirmasi.
Diketahui, AS dan Israel melakukan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan itu diklaim bertujuan menghilangkan ancaman yang disebut berasal dari rezim Iran.
Baca Juga: Sejumlah Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Dibatalkan Buntut Israel Serang Iran
Pernyataan dalam bentuk video secara terpisah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. Keduanya turut mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran.
Iran mengecam serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. Militer Iran menyatakan akan melakukan pembalasan dan kemudian meluncurkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Rentetan ledakan pun dilaporkan terjadi di sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Negara-negara seperti Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait melaporkan adanya ledakan setelah serangan terhadap Iran dilakukan.
Serangan Iran Israel (Istimewa)