Affan Kurniawan, Ojol Korban Rantis Brimob Dimakamkan di TPU Karet Bivak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 11:55
thumbnail-author
Irene Anggita
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Sejumlah kerabat menabur bunga di pemakaman pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan yang meninggal karena terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta (28/8), TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Sejumlah kerabat menabur bunga di pemakaman pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan yang meninggal karena terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta (28/8), TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat siang, 29 Agustus 2025.

Dari laporan di lapangan, terlihat sejumlah pengemudi ojek daring turut serta dalam prosesi pemakaman, mengiringi jenazah Affan dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir. Kehadiran mereka memenuhi area pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada rekan seprofesi.

Sebelumnya, dua mantan dan pejabat aktif yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yakni Pramono Anung dan Anies Baswedan (periode 2017–2022), datang melayat ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Peristiwa tragis yang menewaskan Affan terjadi saat aksi demonstrasi sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR berujung ricuh. Dalam kondisi tersebut, Affan dilaporkan terlindas oleh rantis Brimob.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Polisi Abdul Karim, menegaskan bahwa proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka dan transparan.

Ia menjelaskan bahwa investigasi atas insiden ini tidak hanya ditangani oleh Propam Mabes Polri, namun juga melibatkan Korps Brimob, mengingat aparat yang berada dalam rantis merupakan anggota satuan tersebut.

Menurut keterangan Irjen Abdul Karim, saat ini tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya tengah diperiksa karena mereka berada di dalam kendaraan rantis saat insiden berlangsung.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyuarakan desakan kepada pemerintah agar menjamin keamanan dan keselamatan para pengemudi ojek daring yang sering kali harus bekerja di lokasi rawan, termasuk di tengah situasi konflik sosial.

"Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh pengemudi ojek online di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Garda Indonesia. Affan Kurniawan bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan," kata Igun.

Ia juga mengajak seluruh pengemudi ojol di berbagai wilayah untuk mengadakan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk duka dan penghormatan terhadap almarhum.

Lebih lanjut, Igun mengingatkan agar para pengemudi ojek online tetap menjaga diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, demi mencegah terulangnya insiden serupa.

(Sumber: Antara)

x|close