Prabowo Dorong Perdagangan, Pembayaran QR Lintas Negara, hingga Kerja Sama Energi dengan India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 14:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subian dan PM Narendra Modi di Istana Merdeka Presiden Prabowo Subian dan PM Narendra Modi di Istana Merdeka (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi sepakat memperkuat kerja sama ekonomi sebagai pilar utama hubungan bilateral Indonesia dan India. Komitmen tersebut mencakup peningkatan perdagangan, pengembangan sistem pembayaran digital lintas batas berbasis QRIS hingga kolaborasi di sektor energi dan kesehatan.

Kesepakatan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Presiden menegaskan bahwa hubungan ekonomi tetap menjadi fondasi utama kemitraan strategis kedua negara. Oleh sebab itu, Indonesia dan India berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan melalui berbagai mekanisme yang sedang dibahas.

"Kedua negara memandang kerja sama ekonomi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral," jelasnya.

Untuk memperkuat hubungan dagang tersebut, Prabowo mengatakan kedua negara akan mempercepat pembahasan perjanjian perdagangan bilateral sekaligus meningkatkan kerja sama perdagangan antara ASEAN dan India.

"Untuk itu, kami berkomitmen meningkatkan perdagangan bilateral secara signifikan melalui percepatan pembahasan Indonesia–India Trade Agreement dan peninjauan peningkatan (upgrading) ASEAN–India Trade in Goods Agreement," tegas Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna ke PM India Narendra Modi

Selain perdagangan, kedua negara juga membahas penguatan sistem keuangan melalui pengembangan pembayaran digital lintas batas berbasis QR. Menurut Presiden, sistem tersebut akan memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dan pelaku usaha di kedua negara.

"Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India," katanya.

Prabowo berharap implementasi pembayaran digital lintas negara tersebut mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat stabilitas sektor keuangan.

"Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan," terangnya.

Di tengah dinamika global, Presiden juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi di sektor energi. Indonesia dan India sepakat mendorong berbagai proyek strategis, termasuk energi baru terbarukan dan pengembangan teknologi.

"Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, serta peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir," papar Prabowo.

Tidak hanya itu, Prabowo menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama kerja sama kedua negara. Indonesia berharap dapat memperluas peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan India.

"Ke depan, kami juga berkomitmen untuk memperdalam kerja sama di bidang kesehatan, serta berharap dapat memperluas kesempatan peningkatan kapasitas bagi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya," pungkasnya.

Menurut Presiden, India merupakan salah satu negara yang memiliki pengalaman luas di bidang farmasi, layanan kesehatan, hingga pengembangan teknologi medis sehingga kerja sama tersebut dinilai akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia.

Prabowo menilai berbagai kesepakatan di sektor ekonomi, keuangan, energi, dan kesehatan menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak lagi hanya bertumpu pada kerja sama politik, tetapi juga semakin diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Dengan besarnya potensi ekonomi Indonesia dan India sebagai dua negara berkembang terbesar di Asia, implementasi berbagai kesepakatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan investasi, memperlancar arus perdagangan, mempercepat transformasi digital, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian global.

x|close