Ntvnews.id, Jakarta - Aktris Aurelie Moeremans merasa lega lantaran kisahnya dalam buku Broken Strings bisa menjadi contoh dan semangat baru bagi para wanita yang bernasib serupa.
Untuk itu aktirs berdarah Jawa-Belgia ini meminta para korban untuk bersuara melalui #PutusTali, dan bisa keluar dari zona menyedihkan. Dengan adanya buku Broken Strings, membuat Aurelie sadar bahwa kisah nyata dalam hidupnya itu juga dialami oleh beberapa orang di luar sana, yang kini masih sulit mencari jalan keluar.
"Aku menyadari satu hal setelah menulis Broken Strings. Menulis pelan-pelan membantu aku sembuh, bukan karena semua lukanya langsung hilang, tapi karena akhirnya aku tidak diam lagi," tulis Aurelie dalam di fitur broadcast Instagram, 15 Januari 2026.
Pasalnya, sejak kisah tersebut dipublikasikan, Aurelie menerima banyak pesan langsung dari para pengikutnya di media sosial yang mengaku memiliki pengalaman serupa.
Baca Juga: Aurelie Moeremans Tunjukkan Status Liber Gereja Katolik, Tepis Rumor Pernah Menikah
"Banyak sekali dari kalian yang mengirim pesan dan bilang bahwa kalian relate dengan Broken Strings, lalu berbagi kisah kalian sendiri. Aku sangat berterima kasih atas kepercayaan itu. Di saat yang sama, pesannya begitu banyak sampai aku tidak mungkin bisa membaca atau membalas semuanya satu per satu,” sambungnya.
Dengan banyaknya komentar yang masuk, istri Tyler Bigenho itu merasa perlu menyiapkan wadah kolektif agar para korban dapat saling menguatkan tanpa merasa sendirian.
“Aku memilih #PutusTali karena bagi aku, ini tentang melepaskan diri dari kendali, manipulasi, rasa takut, rasa bersalah, dan diam yang terlalu lama,”sahutnya.
Dengan ramainya gerakan #PutusTali, Aurelie berharap jika hal pahit itu bisa dilepaskan dengan bercerita dan melawan rasa takut.
"Lewat hashtag ini, kita bisa saling membaca cerita satu sama lain, saling menguatkan, dan saling mengingatkan bahwa kita tidak sendirian,” ungkapnya.
Aurelie Moeremans (Instagram)