Jepang Pecat Pelatih Timnas Putri Nielsen setelah Menangi Piala Asia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 06:53
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Pemain Timnas Jepang Putri merayakan keberhasilan mereka menjuarai Piala Asia Putri 2026 setelah mengalahkan Timnas Australia Putri dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion Australia, Sydney, Sabtu (21/3/2026) waktu setempat. the-afc.com Pemain Timnas Jepang Putri merayakan keberhasilan mereka menjuarai Piala Asia Putri 2026 setelah mengalahkan Timnas Australia Putri dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion Australia, Sydney, Sabtu (21/3/2026) waktu setempat. the-afc.com (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Jepang memecat pelatih timnas putri Nils Nielsen pada Kamis, hanya 12 hari setelah membawa mereka menjuarai Piala Asia Putri, demikian dikutip dari Yahoo Sports.

“Dengan keinginan untuk memenangi turnamen-turnamen internasional utama dan mempertimbangkan berbagai faktor, kami sampai pada kesimpulan ini,” kata Presiden JFA Tsuneyasu Miyamoto, dikutip dari Yahoo Sports.

JFA mengatakan kontrak Nielsen habis setelah mereka menjuarai Piala Asia Putri, dan dewan direksi memutuskan tidak menawari kontrak baru.

Nielsen membawa Jepang memenangi gelar Piala Asia Putri ketiga mereka setelah menaklukkan tuan rumah Australia pada final di Sydney pada 21 Maret.

Pria 54 tahun itu telah menjadi pelatih timnas putri Jepang sejak Desember 2024. Ia merupakan pelatih kelahiran luar Jepang pertama yang melatih timnas putri Jepang.

Jepang mendapat pujian untuk penampilan mereka di Piala Asia Putri, dengan koleksi 29 gol dan hanya kemasukan satu gol.

Saat itu, Nielsen menyebut timnya sebagai “inspirasional” dan mengatakan bahwa ia sangat beruntung dapat bekerja sama dengan pemain-pemain sebagus itu.

Direktur timnas putri Jepang, Norio Sasaki, mengatakan Jepang tidak dapat menjuarai Piala Dunia Putri tahun depan di Brasil jika Nielsen masih mengisi posisi itu.

“Cara melatih (dia) sedikit terlalu longgar, sedikit terlalu lembut. Pendekatan yang lebih tegas dan latihan yang lebih keras diperlukan,” kata Sasaki yang pernah menjadi pelatih timnas putri Jepang dan membawa mereka menjuarai Piala Dunia Putri pada 2011.

Sasaki menyebut Nielsen memiliki karakter yang lembut dan tidak cukup tangguh untuk memenangi gelar-gelar utama di level global. Ia menyebut bahwa idealnya pelatih penuh waktu Jepang berikutnya adalah orang Jepang.

Nielsen sebelumnya melatih timnas putri Denmark dan Swiss, serta pernah menjadi direktur teknik tim putri Manchester City.

Timnas putri Jepang dijadwalkan akan memainkan tiga pertandingan persahabatan di AS pada April. Michihisa Kano akan menjadi pelatih sementara timnas Jepang putri untuk tur itu.

ANTARA

x|close