Ntvnews.id, Tokyo - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan bahwa kepercayaan investor global, termasuk dari Jepang, terhadap Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi dinamika geopolitik.
Dalam keterangannya kepada media usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin, 30 Maret 206 Rosan mengungkapkan bahwa dalam forum tersebut diumumkan 10 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha kedua negara dengan total nilai mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,71 triliun.
"Kita juga melihat terlepas dari ada geopolitik, geoekonomi yang sedang berada di dunia ini, kepercayaan internasional, terutama Jepang, itu tetap besar dan mereka komit untuk menjalankan investasi yang ada di Indonesia ke depannya," kata Rosan.
Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia menilai, penandatanganan berbagai MoU tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan, baik dari pemerintah maupun pelaku usaha Jepang terhadap Indonesia.
Baca Juga: Kemenekraf Susun Pedoman Jasa Kreatif untuk Cegah Kasus Serupa Videografer Amsal Sitepu
Sebagian besar proyek kerja sama tersebut berada di sektor energi dan sumber daya mineral, khususnya yang melibatkan PT Pertamina (Persero), dengan nilai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp355 triliun.
Selain itu, terdapat pula kerja sama Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara dan Mandiri Investment Management serta SMBC Aviation Capital senilai sekitar 800 juta dolar AS atau Rp13 triliun.
Kesepakatan lain mencakup MoU antara SMBC Indonesia dan PT Pegadaian untuk mendukung ekosistem emas nasional dan inklusi keuangan, dengan nilai mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun.
Tak hanya itu, kerja sama juga dilakukan melalui MoU Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World.
"Jadi, kalau kita lihat dari total ini semua, membuktikan karena memang kalau kita lihat Jepang ini selalu dalam among top five , selalu dalam lima besar negara yang masuk ke Indonesia, dan investasi ini kita harapkan juga terus berkembang, terus berjalan dan memang mereka untuk energi baru terbarukan ini appetite-nya memang sangat-sangat besar," kata Rosan Roeslani.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Sekretariat Presiden)