BRIN Ingatkan Pentingnya Mikronutrien dalam Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 20:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) hasil olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat Ilustrasi - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) hasil olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Fitrah Ernawati, mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk memastikan pemenuhan mikronutrien dalam setiap menu makanan guna mencegah ancaman hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

Hidden hunger merupakan kondisi ketika seseorang tampak cukup makan dan kenyang, tetapi tubuhnya kekurangan zat gizi mikro penting seperti zat besi, zinc, yodium, dan vitamin A.

Menurut Fitrah, menu dengan kalori tinggi belum tentu mengandung mikronutrien yang cukup. Banyak makanan yang padat energi namun miskin kandungan zat gizi mikro.

Baca Juga: Dadan Hindayana: MBG Justru Menambah Anggaran Pendidikan

Oleh karena itu, penyedia makanan tidak hanya harus memastikan kebutuhan kalori terpenuhi, tetapi juga memperhatikan kecukupan gizi mikro agar tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal.

Ia mencontohkan menu yang dapat menjadi standar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yaitu nasi, tumis brokoli dan wortel, tahu goreng, daging teriyaki, serta satu buah pisang.

Dalam menu tersebut, daging menjadi sumber zat besi hewani dan zinc yang mudah diserap tubuh, sementara tahu dan brokoli memberikan tambahan zat besi nabati serta vitamin C yang membantu penyerapan nutrisi.

Fitrah menjelaskan bahwa zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, termasuk otak yang mendukung proses belajar anak. Sementara zinc berfungsi dalam pembentukan memori jangka panjang melalui proses neurotransmisi dan plasticity sinaptik.

Selain itu, vitamin B12 dan asam folat diperlukan untuk sintesis DNA dan perkembangan sistem saraf pusat.

Baca Juga: BGN Minta Kepala Daerah Awasi Dapur MBG

Karena itu, ia menekankan bahwa makanan yang disediakan melalui program MBG harus mampu memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk zat gizi mikro utama.

Kekurangan mikronutrien dapat menyebabkan anak mudah mengantuk, kurang konsentrasi, cepat lelah, hingga berdampak pada perkembangan belajar.

Ia juga mendorong agar standar kandungan mikronutrien diterapkan secara merata di seluruh SPPG di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close