Respons Tasya Kamila Usai Dikritik Netizen Soal LPDP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 20:39
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tasya Kamila Tasya Kamila (Instagram @tasyakamila)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila ramai diperbincangkan publik, pasca memposting kontribusinya sebagai public figure penerima beasiswa LPDP.

Menyikapi hal tersebut pelantun lagu "Libur Telah Tiba" ikut merespon salah satu komentar netizen yang mengkritik postingannya disebut mirip seperti laporan perkuliahan.

"Mba kok impactnya ga sebesar dana yg dikeluarkan yah? Ini lebih mirip prokeran BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan." bunyi komentar netizen di Instagram Tasya Kamila, 27 Februari 2026.

Melihat kritik tersebut, Tasya menuliskan permintaan maaf karena belum bisa memenuhi ekspetasi netizen dalam menjabarkan kontribusinya sebagai penerima LPDP dan disebut kurang berkontribusi.

"Maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," jawabnya.

Lebih lanjut Tasya juga merasa bersedih lantaran dedikasinya selama ini dianggap tidak berdampak untuk negeri, mengingat ia dibiayai oleh negara.

"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan. Kebetulan di tahun 2016, isu SDGS menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP." jelasnya.

Menurut Tasya gerakan akar rumput ini justru tidak hanya dilakukan oleh satu orang, melainkan bisa dilakukan oleh siapa saja agar manfaatnya bisa tersampaikan.

"Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya. Harus pula ada yang menjembatani antara policymaker dan publik agar pesan tersampaikan sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dan tujuan lingkungan terwujud," ungkapnya.

Dalam gerakan ini, Tasya juga mengaku dibantu oleh banyak pihak dan memaksimalkan keahlian yang ada.

"Dan sebaliknya, dari gerakan akar rumput soal lingkungan yang dibuat ngetrend juga mendorong kebijakan publik pro lingkungan, mendorong demand untuk produk2 dan praktik bisnis yang pro lingkungan. Aku nggak bekerja sendirian, aku berkolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga, NGO, sekolah2, ibu2 PKK, termasuk juga CSR perusahaan, untuk membangun dampak yang lebih besar," pungkasnya.

x|close